Rangkuman Buku Fiksi dan Nonfiksi
Nama :Shenny
Kelas : XII AK
Pelajaran : Bahasa Indonesia
Rangkuman Buku Nonfiksi
PENGERTIAN
FIKSI
Teks
cerita fiksi adalah suatu karya sastra yang berisi cerita rekaan, yang didasari
imajinasi pengarangnya ( bukan kejadian nyata ), dan hanya berdasarkan angan
angan fantasi pengarang.
STRUKTUR FIKSI
Struktur
teks cerita fiksi tak jauh berbeda dengan struktur cerpen. Dimana struktur
cerita fiksi terdiri dari 6 unsur berikut
1. Abstrak, bagian ini adalah bagian opsi, yang boleh ada dan
boleh tidak ada dan bagian ini juga menjadi suatu inti dari sebuah karangan
teks cerita fiksi
2. Orientasi, bagian ini berisi tentang pengenalan
tokoh yang terlibat dalam cerita dan bagian ini pula yang menjadi bagian awal
dari penjelasan dari teks cerita fiksi di sebuah novel
3. Komplikasi, pada bagian ini saat saat dimulainya
suatu permasalahan ( munculnya masalah) dari tesk cerita fiksi dan menjadi daya
tarik tersendiri pembaca pada sebuah novel
4. Evaluasi, pada bagian ini jika dalam teks novel
adalah bagian pemecahan masalah atau penyelesaian masalah yang sedang di hadapi
oleh para tokoh.
5. Resolusi, pada bagianini merupakan suatu inti
pemecahan masalah dari masalah masalah yang di hadapi tokoh, dan menjadi akhir
penyelesaian masalah pakah dapat berakhir dengan baik atau pun berakhir dengan
tidak baik
6. Koda
atau reorientasi, merupakan akhir cerita yang berisi kesimpulan suatu cerita
dan menjadi penutup yang berisi amanat dan pesan moral yang dapat di petik atau
di teladani dari teks cerita fiksi.
CIRI CIRI BUKU FIKSI
·
Bersifat rekaan atau imajinasi
·
Menggunakan bahasa yang konotatif atau tidsk
sebenarnya
·
Tidak mempunyai sistematika yang baku
·
Memiliki pesan moral atau amanat yang disampaikan
kepada pembaca
·
Ketika dibaca ceritanya membuat pembaca menjadi
merasakan yang sedang diceritakan.
KAIDAH
KEBAHASAAN BUKU FIKSI
·
Menggunakan perumpamaan yang sering digunakan
untuk membandingkan sebuah benda atau yang seing disebut juga dengan METAFORA
·
Menggunakan kata ganti tertentu dan gaya bahasa
yang digunakan memiliki pertalian yang kuat atau sering disebut juga dengan
METONIMIA
·
Menggunakan persamaan atau SIMILE, yang digunkan
sebagai pendamping yang menyataka sesuatu hal lainya.
BUKU NON FIKSI
PENGERTIAN BUKU NON
FIKSI
Cerita non fiksi adalah cerita yang di buat berdasarkan fakta
yang benar benar terjadi di kehidupan sehari hari. Dengan kata lain cerita non
fiksi adalah cerita yang benar terjadi buakan imajinasi pengarang. Sehingga
semua hal yang dituliskan benar terjadi dalam kehidupan sehari hari dan bukan
rekaan.
Perbedaan fiksi dan non fiksi terletak pada imajener atau
fakta dan tidak fakta (rekaan), namun dengan perbedaan tersebut tidak mengubah
gaya bahasa yang digunakan dalam pembuatan cerita. Bahasa yang di gunakan
bersifat denotative yang mengarang pada pengertian yang terbatas.
STRUKTUR NON FIKSI
Struktur non fiksi hamper sama dengan struktur novel yaitu
ada 3 struktur sebagai berikut
1. Orientasi, , bagian ini berisi tentang pengenalan tokoh
yang terlibat dalam cerita dan bagian ini pula yang menjadi bagian awal dari
penjelasan dari teks cerita fiksi di sebuah novel
2. Urutan peristiwa, berisi urutan peristiwa yang terjadi
dala cerita mulai dari awal permasalahan sampai akhir permasalahan.
3. Reorientasi, merupakan akhir cerita yang berisi kesimpulan
suatu cerita dan menjadi penutup yang berisi amanat dan pesan moral yang dapat
di petik atau di teladani dari teks cerita fiksi.
CIRI CIRI BUKU NON FIKSI
1. Menyajikan temuan baru atau menyajikan temuan yang sudah
ada namu di perbarui menggunakan fakta yang ditemukan kembali
2. Ide yang tertulis secara jelas da sistematis
3. Menggunakan istilah asing yang kadang dicampur seperti
handphone, gadget.
KAIDAH KEBAHASAAN BUKU NON FIKSI
a. Menggukan kata baku yang terkesan resmi dan formal
b. Cerita yang dituliskan terkesan santai cerita demi cerita
yang terjadi dikrehidupan sehari hari
c. Mengukakan kat asing dan kata yang belum termasuk kata
serapan
LANGKAH LANGKAH MENGANALISIS BUKU FIKSI DAN NON FIKSI
a. Membaca teks ulang dalam buku
b. Memeahami teks dala buku
c. Menyimpulkan amanat yang tersirat ataupun tersurat
Literasi
Buku Fiksi dan Non Fiksi
Buku fiksi adalah buku yang berisi cerita atau kejadian yang tidak sebenarnya.
Sedangkan buku nonfiksi adalah buku yang berisikan kejadian sebenarnya yang
disampaikan menurut pendapat/opini/kajian penulis.
Dengan kata lain, buku fiksi adalah buku yang di dalamnya berisi cerita rekaan
atau khayalan. Sedangkan buku nonfiksi adalah buku yang dibuat berdasarkan
fakta dan kenyataan.
Contoh buku fiksi yaitu buku cerita anak,
dongeng, novel, cerita pendek (cerpen), fabel, dan komik.
Contoh buku nonfiksi yaitu buku pelajaran, buku ensiklopedia, esai, jurnal, dokumenter,
biografi, dan laporan ilmiah (makalah, skripsi, tesis, disertasi).
Unsur-Unsur
Buku Fiksi dan Non Fiksi
Unsur-unsur buku fiksi meliputi bagian:
· - Cover Buku
· - Rincian Sub Bab Buku
· - Judul Sub Bab
· - Tokoh dan Penokohan
· - Tema Cerita
· - Bahasa yang digunakan
· - Penyajian alur cerita
Sedangkan unsur-unsur buku nonfiksi meliputi
bagian:
· - Cover Buku
· - Rincian Sub Bab Buku
· - Judul Sub Bab
· - Isi Buku
· - Cara menyajikan isi buku
· - Bahasa yang digunakan
· - Sistematika penulisan
Dalam hal kegiatan mengomentari buku fiksi dan
nonfiksi, unsur-unsur yang tertera di atas merupakan acuan dasar. Boleh saja
semua unsur dimasukkan ke dalam komentar, boleh juga hanya sebagian.
Langkah
Menyusun Tanggapan terhadap Buku yang dibaca
1. Jenis Buku
Jenis/bentuk buku itu apakah roman, novel, biografi, atau yang lain. Selain itu
seorang resentator menyebutkan juga buku termasuk buku fiksi atau nonfiksi.
2. Keaslian Ide
Buku itu apakah benar-benar merupakan karya asli dari pengarangnya atau
merupakan jiplakan dari buku lain yang pernah terbit.
3. Bentuk
Bagaimana mengenai bentuk atau format dari buku itu. Apakah bentuknya, kertas,
ilustrasi cover, jenis huruf yang dipakai, dan sebagainya.
4. Isi dan Bahasa
Dilihat dari segi isi, resentator perlu memperhatikan unsur-unsur intrinsiknya,
yaitu tentang tema, alur, perwatakan, sudut pandang dan sebagainya.
Bahasa dalam buku itu dapat ditinjau dari segi
struktur kalimat, gaya bahasa/style, ungkapan dan lain-lain. Apakah bahasa yang
digunakan memakai bahasa sehari-hari yang segar tidak menjemukan, mudah
dimengerti oleh pembaca, dan sebagainya. Mudah dipahami atau sukar diterima
pembaca. Pengujian materi mendapat perhatian juga dari resentator.
5. Simpulan
Akhirnya seorang penulis resensi harus dapat menyimpulkan, apakah buku itu baik
dan perlu dibaca atau tidak.
·
menulis data buku yang dibaca,
·
menulis ikhtisar isi buku,
·
mendaftar butir-butir yang merupakan kelebihan dan kekurangan
buku,
·
menuliskan pendapat pribadi sebagai tanggapan atau isi buku, dan
·
memadukan ikhtisar dan tanggapan pribadi ke dalam tulisan yang
utuh.
Sebuah resensi harus memuat hal-hal sebagai
berikut :
1. Data buku atau identitas buku
a. Judul buku
Jika buku yang akan kamu resensi adalah buku terjemahan, akan
lebih baik jika kamu menuliskan judul asli buku tersebut.
b. Penulis atau pengarang
Jika buku yang diresensi adalah buku terjemahan, kamu harus
menyebutkan penulis buku asli dan penerjemah.
c. Nama penerbit
d. Cetakan dan tahun terbit
e. Tebal buku dan jumlah halaman
2. Judul Resensi
Judul resensi boleh sama dengan judul buku, tetapi tetap dalam konteks buku
itu.
3. Ikhtisar Isi Buku
Dalam meresensi buku, seorang peresensi harus menulis buku yang hendak
diresensi. Ikhtisar adalah bentuk singkat dari suatu karangan atau rangkuman.
Ikhtisar merupakan bentuk singkat karangan yang tidak mempertahankan urutan
karangan atau buku asli, sedangkan ringkasan harus sesuai dengan urutan
karangan atau buku aslinya. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam
membuat ikhtisar isi buku adalah sebagai berikut.
a. Membaca naskah/buku asli
Penulis ikhtisar harus membaca buku asli secara keseluruhan untuk
mengetahui gambaran umum, maksud, dan sudut pandang pengarang.
b. Mencatat gagasan pokok dan isi pokok setiap bab
c. Membuat reproduksi atau menulis kembali gagasan yang dianggap
penting ke dalam karangan singkat yang mempunyai satu kesatuan yang padu.
4. Kelebihan dan Kekurangan Buku
Penulis resensi harus memberikan penilaian mengenai kelebihan dan kelemahan
buku yang disertai dengan ulasan secara objektif.
5. Kesimpulan
Penulis resensi harus mengemukakan apa yang diperolehnya dari buku yang
diresensi dan imbauan kepada pembaca. Jangan lupa cantumkan nama kamu selaku
peresensi.
Hubungan
Antar Unsur Buku Fiksi / Non Fiksi
Dengan mengamati setiap unsur yang yang
terkandung di dalam buku fiksi dan nonfiksi, kita dapat menyimpulkan bahwa
sebagian unsur memiliki kesamaan dan sebagian yang lain berbeda. Unsur yang
sama-sama dimiliki baik buku fiksi maupun buku nonfiksi yaitu:
· - Sampul / Cover
· - Sub Bab
· - Judul Sub Bab
Dalam hal perbedaan, buku nonfiksi memiliki
isi yang ilmiah/aktual/faktual, disajikan dengan bahasa baku, dan memiliki
sistematika penulisan standar. Sedangkan buku fiksi memiliki tokoh dan
penokohan sebagai pelaku cerita, didukung dengan tema, disajikan dengan bahasa
variatif (biasanya tidak baku), dan dilengkapi dengan alur cerita yang beraneka
ragam.
Sumber :
1. https://mradit-indonesia.blogspot.com/2019/11/pengertian-strukturciri-ciri-kaidah.html
2. https://istianibi66.wordpress.com/2019/04/10/bab-8-literasi-unsur-buku-fiksi-dan-nonfiksi/
Comments
Post a Comment